…about me …

June 28, 2007

Aneh…

Filed under: Uncategorized

Kenapa yah hari ini aneh banget.., dan perasaan gw kok nggak enak. Kayak mau terjadi sesuatu deg2 an terus…

Ada apa sih?? Duh mudah2an cuma perasaan gw aja.

Tapi ternyata bener yah..dah 2 hari gw merasa bahagia banget kenapa hari ini sesek bgt yah kayak mau terjadi sesuatu atau mungkin ini waktunya gw menangis??

Kok bisa yah orang cuma di beri waktu kebahagian sebentar aja. Padahal gw udah selese PMS nya kenapa sekarang gw merasa sensitif banget. Kejadian dulu kayak terulang lagi.

Emang gw ini membosankan yah kenapa sih..

Sudah lah kayaknya waktunya gw pulang…mau menangis dikamar he..he.. ;p

June 26, 2007

“Tidak Selalu Harus Berwujud “Bunga”

Filed under: Uncategorized

"Tidak Selalu Harus Berwujud "Bunga"

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai
sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di
perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya
harus akui, bahwa saya mulai
merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi
sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta
berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak
yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.
Rasa sensitif-nya kurang
Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam
pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya,
bahwa saya menginginkan perceraian.

"Mengapa ?", tanya suami saya dengan terkejut.
"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan,"
jawab saya.

Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya,
tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan
saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan
perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya ?

Dan akhirnya suami saya bertanya," Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah
pikiran kamu ?"

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya
pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya
akan merubah pikiran saya:

Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung.
Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu
akan memetik bunga itu untuk saya ?"

Dia termenung dan akhirnya berkata,"Saya akan memberikan jawabannya besok."

Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas
dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat
yang bertuliskan. ..
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya
untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya.
Saya melanjutkan untuk membacanya.
"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ‘teman baik kamu’ datang setiap
bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang
pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi aneh’.

Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau
meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."

"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku,
dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu.

Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat
menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."

"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai,
menikmati matahari pagi dan pasir yang indah.

Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya
wajah kamu."

"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing
gunung itu hanya untuk mati.
Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir menangisi kematian
saya."

"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari
saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan
tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa
menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat
membahagiakan kamu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,
tetapi saya tetapberusaha untuk terus membacanya.

"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu
puas dengan semua jawaban ini,
dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu
rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."

"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk
untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup
kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu
dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan
saya.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari
dia mencintai saya.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang
dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta
dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir
dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan
kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.
Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".

“Apa yang kamu inginkan”

Filed under: Uncategorized

Lupa menanyakan “ Apa yang kamu inginkan”
Ada Firman yang sering kita dengar, atau menasehatkan kita supaya menjadi suami/ istri yang baik, hingga rumah tangga menjadi bahagia.

  •  “Karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh..Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.” Efesus 5:23-24.
  • “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang menga-sihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.” Ef 5:25.
Ada cerita :
Di sebuah perjamuan makan malam, banyak tamu undangan yang hadir mengucapkan selamat kepada sepasang kakek dan nenek yang pada hari itu merayakan Ulang Tahun Perkawinan yang ke-50 tahun. Semua tamu yang hadir ikut dalam suasana bahagia, menyaksikan betapa kakek dan nenek tersebut masih saling mencintai meskipun keduanya sudah tidak muda lagi. Banyak pasangan tamu undangan yang berharap kelak akan mengalami hal yang sama. Pada saat jamuan makan mulai seperti biasa tamu-tamu duduk pada meja bundar untuk menikmati makanan yang disediakan.
Pada meja kakek dan nenek tersebut telah terhidang masakan ikan kesukaan mereka berdua. Dengan penuh kasih sayang, seperti kebiasaanya sang kakek mengambil bagian kepala ikan tersebut dan meletakkan ke piring istrinya.
 
Sang istri terdiam…. Mata nenek tua tersebut mulai berkaca-kaca, dengan terbata-bata berucap : " Lima puluh tahun lamanya aku menjadi istrimu, selama itu aku selalu mengabdikan seluruh hidupku untukmu, suamiku. Betapa lama kalau kita menghitung hari demi hari yang kita lalui. Betapa panjang perjalanan hidup yang kita jalani bersama. Selama lima puluh tahun kau selalu memberikan kasih sayang dan semua yang kau miliki. Selama itu pula kau selalu memberikan bagian kepala apabila kita menyantap menu ikan, sungguh hal itu yang paling tidak aku sukai, tetapi aku memakannya karena aku menghormatimu dan tidak ingin membuatmu kecewa"
 
Sang kakek terpana….. . Dengan suara parau dan mata berkaca kakek tersebut berkata : " Lima puluh tahun aku lalui segala rintangan dan kebahagian bersamamu, istriku . Dulu aku adalah seorang pemuda miskin yang tak berharta, tetapi engkau bersedia menikah denganku. Sejak saat itu aku telah bersumpah akan selalu membahagiakan engkau, aku akan selalu memberikan yang terbaik yang aku mampu sebagai tanda betapa aku sangat mengasihimu dengan segenap hati. Bagian yang paling aku suka dari masakan ikan adalah bagian kepala, oleh karena itu selalu kuberikan kepadamu karena aku selalu ingin memberikan yang terbaik hanya untukmu. Selama bertahun-tahun kita menikah, selama ini kita hidup bahagia meskipun pada awal pernikahan kita hidup sederhana tetapi engkau tak mengeluh. Aku selalu bekerja keras hanya untuk membahagiakan dan memberikan yang terbaik bagimu dan anak anak kita. Istriku, selama ini kita saling mengasihi, mencintai tanpa henti, tetapi ternyata kita tidak saling memahami ". Betapa sang nenek harus menelan kekecewaan setiap mendapat kepala ikan hanya untuk membahagiakan sang suami. Betapa kakek harus merelakan bagian kepala ikan yang sangat disukai hanya untuk membahagiakan sang istri.
 
Si nenek selama 50 th sudah melakukan penundukan diri begitu juga si kakek dia sudah mengasihi si nenek,  tapi ternyata ada kekecewaan disana.
 
Bahkan ada istri yang tunduk dengan suami, sampai dia sangat menurut pada suaminya, apa – apa yang suami katakan di lakukan. Tapi suami dengan sangat gemes mengatakan” istriku ga smart, tidak bisa membantu aku dengan ide2 yang cemerlang”
 
Ada suami yang sangat mengasihi istrinya, sampai-sampai apa- apa yang istrinya inginkan dia berikan, tapi si istri malah kesel “ suamiku ga tegas, ga punya pendirian”
 
Why ?    Kenapa ?
 
Karena semuanya dengan caranya sendiri, si nenek tunduk dengan caranya sendiri, si kakek juga mengasihi dengan caranya sendiri tanpa memperdulikan pasangannya
Masing2  lupa  cari tau atau bertanya pada pasangannya  “ Apa yang kamu inginkan?”
 
 Jadinya masing-masing menjadi manusia yang sok tau.                                               
 
Supaya tidak menjadi manusia sok tau, kita lihat apa-apa yang perlu diketahui dan dikerjakan hingga dapat menyenangkan kedua belah pihak.
 
Apa yang Harus Diketahui Istri Mengenai Suaminya
Kebutuhan  suami  yang  paling  mendasar  dalam pernikahan adalah:
a. DIKAGUMI.  Suami mengukur harga dirinya melalui apa yang sudah dicapai, besar  atau  kecil  hasil yang dicapai membutuhkan pengakuan dari istrinya.
Pengaguman  adalah bahan bakar yang dibutuhkan pria untuk lebih maju karena memberikan  kekuatan.   Tetapi  perlu  diingat,  jangan pernah berpura-pura mengagumi   dengan  kata-kata  pujian.   Sebaiknya  agar  pengaguman  istri benar-benar memiliki nilai, pujian itu harus tulus tercermin dalam perasaan yang sesungguhnya.
b.  PERLU  OTONOMI.  Sebagian kebutuhan otonomi adalah memberi ruang untuk suami (kebutuhan untuk menyendiri).  Ada istri mengeluh karena suami mereka tidak  segera  menceritakan hal-hal yang dialami suaminya apabila sampai di rumah sepulang dari kantor.  Tanpa menyadari suami ingin membaca koran atau menyiram  tanaman atau apapun yang dilakukan lebih dahulu untuk menyegarkan pikiran mereka sebelum memulai bercakap-cakap.
c.  KEGIATAN  BERSAMA.   Seorang pria membangun keintiman dengan cara yang berbeda.    Ia   membina   hubungan   dengan   melakukan  pekerjaan  secara bersama-sama.   Misalnya bekerja di kebun, melakukan pekerjaan rumah, pergi nonton  bersama  istrinya.   Suami menjadikan istri sebagai teman.  Hal ini sangat baik apabila istri ikut dalam kegiatan bersama tersebut.
d. STRUKTUR OTAK  PRIA
·         Otaknya terkotak-kotak dan mampu memilah-milah informasi yang masuk. Di malam hari, setelah seharian penuh beraktivitas, cowok bisa menyimpan semuanya di otaknya yang ter kotak-kotak. è membuat dia tidak suka curhat, semuanya dapat disimpan dalam kotak2 yang ada
·         kemampuan berbicara dan bahasa itu bukan kemapuan otak yang kritis. Adanya cuma di otak kiri dan tidak ada area yang spesifik. Jadinya pria cuma bisa menghabiskan 7ribu kata dalam sehari setelah itu dia tidak mood lagi untuk bicara è kebayangkan kalau seharian diluar rumah sudah menghabiskan 7000 kata, sampai dirumah tinggal diamnya.
·         sedikit sekali jaringan yang menghubungkan otak kiri dan kanan. è Kalo dia lagi
      baca koran atau nonton TV, dia tidak bisa dengar apa yang dikatakan istrinya , 
      sebab saat dia baca seketika itu juga dia jadi tuli
“Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,” I Petrus 3:1.
Isteri terpanggil untuk tunduk kepada suami, yaitu menghargai suami, bukan karena kecakapan atau kekayaannya, tetapi sebab dia adalah suami, yang adalah kepala untuk rumah tangga. Dia payung bagi keluarga. Dia yang melindungi Dan bertanggungjawab atas keluarga,
Bagaimanapun dia adalah manusia yang tidak sempuma, yang perlu. Ditopang, didukung, dihargai, dihormati.
Apa yang Perlu Diketahui Setiap Suami Mengenai Istrinya
Kebutuhan   istri  yang  paling  mendasar  dalam  pernikahan  adalah 
a.  DICINTAI.   Apa  yang  dapat dilakukan seorang suami untuk menunjukkan cintanya kepada istrinya ? Pikirkan ungkapan "Aku Mencintaimu" .  Bagi beberapa pria merasa tidak perlu untuk  mengucapkan  kata  tersebut,  tetapi bagi seorang istri butuh (ingin mendengar) ungkapan tersebut dari suaminya.
b.  DIMENGERTI.     Bagi    wanita    dimengerti    berarti    menerima perasaan-perasaanny a, misalnya mendengarkan, memahami dan merepleksikan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan oleh pasangan.
c. DIHARGAI.    Menghargai   istri   berarti  menghargai  dan  mendukung keputusan-keputusan  dalam  memenuhi  impiannya.   Untuk memulainya, jangan berusaha  untuk  mengubah  atau memanipulasinya.  Tetapi hormati kebutuhan, keinginan  dan  nilai-nilai  serta  haknya.   Akibat  sikap menghargai ini, seorang istri aka lebih bersikap santai dan terbuka
d. STRUKTUR OTAK
·         Dalam struktur otak cewek, kemampuan untuk berbicara terutama ada dibagian depan otak kiri dan sebagian kecil di otak sebelah kanan, wanita bisa bicara 20ribukata dalam sehariè jangan heran kalau cewek seneng ngomong,
·         otak cewek tidak terkotak-kotak, informasi atau masalah yang diterimanya akan terus berputar-putar dalam otaknya, ini nggak akan berhenti sampe dia bisa mencurahkan isi otaknya alias curhatè Oleh sebab itu, kalo cewek bicara, tujuannya adalah untuk mengeluarkan uneg-unegnya,
·         bisa pakai 2 sisi otaknya secara bersamaan è bisa telpon, pada saat memasak, 
     sekaligus gendong anak. Atau dia bisa nyetir, dandan, dengerin radio dan bicara
     lewat hands-free. 
“Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. “  I Petrus 3:7.
Suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu. Hiduplah dengan pengertian terhadap perasaannya, sebab wanita biasa main perasaan. Jangan sakiti atau kecewakan perasaannya. Apa yang anda lakukan atau ucapkan, untuk kesalahan yang kecil, itu dapat disimpan lama dalam memorinya
 
Kesalahan yang Dilakukan oleh Pasangan Suami Istri
a. MENGKRITIK.  merupakan  tindakan yang menyerang kepribadian seseorang,   misalnya  menyalahkan dan membuat sebuah serangan pribadi atau tuduhan. 
 
b.  MEMBELA DIRI. Sering kali merupakan hal yang membabi buta
 
c.  MEMBISU.  Membisu seringkali dianggap sebagai usaha agar tidak membuat persoalan  semakin  buruk.   Tetapi tanpa kita sadari membisu adalah  tindakan  yang  sangat  berpengaruh.   Tindakan tersebut menyatakan suatu  penghinaan, sikap dingin dan keangkuhan yang bisa membuat pernikahan menjadi rapuh.
 
Bagaimana dengan BERTENGKAR apakah bukan suatu kesalahan?
Tidak adanya konflik, dalam rumah tangga bukanlah tanda yang  baik bagi pernikahan.  Pasangan yang menolak menerima konflik sebagai bagian  dari  pernikahan  akan  kehilangan  kesempatan untuk mendapat tantangan.  Jadi konflik adalah wajar dan tidak lagi selalu menggambarkan suatu krisis, melainkan sebuah kesempatan untuk berkembang.
 
Ams 27:17 – “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."
 
Pertengkaran dalam pernikahan adalah untuk saling mangasah dan menanjamkan, membuat 2 pribadi makin bijaksana.
 
Apa yang dilakukan jika terjadi pertengkaran ?
a.Jangan lari dari pertengkaran.
 
b. Terangkan  masalah  dengan  jelas.   Ketika  merasa  suasana  memanas, mintalah   pasangan   supaya  menjelaskan  penyebab  pertengkaran  tersebut sehingga masing-masing dapat memahami masalahnya.
 
c. Nyatakan  perasaan  kita secara langsung.  Memberikan tanggapan kepada apa  yang  dilakukan  pasangan  jauh  lebih  baik daripada tidak memberikan tanggapan untuk membela diri terhadap hal yang tidak membawa kemajuan.
 
Kebahagiaan dalam rumah tangga bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya. Tetapi kebahagiaan harus diusahakan oleh kedua belah pihak, bukan dengan saling menuntut atau saling memaksa, tetapi dengan saling memahami, saling memberi atau saling memperhatikan, bahkan saling berkorban.Sukses di dalam pernikahan bukan meminta atau menuntut pasanganmu menjadi orang yang tepat, tetapi jadilah orang yang tepat untuk pasanganmu.
 
I Korintus 1:10 "Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir." (10)
 
Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus menasehatkan agar mereka di  Korintus sehati sepikiran. Kesehatian menjadi kekuatan yang besar. Secara rohani kekuatan akan mengalir saat kita sehati di dalam TUHAN, secara logika kesehatian membuat kesepakatan yang baik dalam menghasilkan goal yang ingin dicapai. Juga kesehatian kita dengan TUHAN membuat doa kita dijawab lebih cepat. Ya dari sisi kelebihan suami memiliki kelebihan dari kemampuan  otaknya untuk menganalisa segala sesuatu, membuat perencanaan, dll, sedangkan sang isteri memiliki kemampuan merasa dengan perasaannya apakah semuanya akan berhasil atau tidak. Dua kelebihan tersebut membuat keduanya tidak tertipu oleh mitra bisnis, bahkan mereka bisa menjadi orang kuat atau kepala dalam bisnis tersebut.
 

June 19, 2007

….

Filed under: Uncategorized

Mm..kemarin aku sempet kaget dan terkejut sih melihat mantan ku dah bersama seseorang yang dia sayang…, terkejut karena ada sebagian kecil dari hati gw yang berontak berkata dia masih milik ku…

Sesaat ada kesedihan yang gw rasain tapi setelah itu gw berpikir kalo Tuhan itu adil…, Dia tidak akan membiarkan orang yang menderita terus menderita. Tapi Tuhan akan memberikan kebahagian buat orang itu.  Maka dari itu setelah beberapa saat gw tersentak gw sadar kalo itu bener2 yang terbaik buat dia…

Terima kasih Tuhan atas kebahagian yang Kau berikan untuknya…., jaga hubungan mereka Tuhan semoga kau persatukan mereka di dalam sakramen pernikahan Mu yang kudus.

Aku juga berharap Tuhan agar Kau pun memberikan aku kekuatan untuk bisa belajar dari kehidupan ku..sehingga saat nya nanti Kau dapati aku lebih baik dari saat ini..

June 7, 2007

“Did I marry the right person?”

Filed under: Uncategorized

Sebuah Terjemahan Bebas dari
"Did I marry the right person?"

Cerita di bawah ini sangat bagus, buat yang masih
single maupun yang udah
nikah. Buat mereka yang masih single bisa
mengambil pelajaran dari cerita
ini, dan buat yang udah nikah cerita ini bisa jadi
guideline untuk
meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.

"Apakah saya menikah dengan orang yang tepat"

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang
audience tiba-tiba melontarkan
pertanyaan yang sangat lumrah, "bagaimana saya
tahu kalo saya menikah
dengan orang yang tepat?"
Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar
duduk di sebelahnya jadi
saya menjawab "Ya.. tergantung. Apakah pria
disebelah anda itu suami anda?"

Dengan sangat serius dia balik bertanya "Bagaimana
anda tahu?!"
"Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat
membebani ini."

Inilah jawabanya…
SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda
merasakan jatuh cinta dengan
pasangan anda.
Telpon dariya selalu ditunggu-tunggu, begitu
merindukan belaian sayangnya,
dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang
bersemangat begitu
menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang
sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan
pengalaman yang begitu
spontan.
Ngga perlu berbuat apapun
Makanya dikatakan "jatuh" cinta…

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan "aku
mabuk cinta"
Bayangkan eksprisi tersebut! Seakan-akan anda
sedang berdiri tanpa
melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan
terjadi begitu saja pada
anda.
Jatuh cinta itu mudah.
Sesuatu yang pasif dan spontan.
Tapi…
setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta
itu pun akan pudar..
perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi
pada SEMUA ikatan.
Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal
yang merepotkan,
belaiannya ngga selalu diharapkan dan
sikap-sikapnya yang besemangat
bukannya jadi hal yang manis tapi malah nambahin
penat yang ada..

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada
masing-masing individu,
namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga
anda, anda akan mendapati
perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan,
pada saat anda jatuh
cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan
pada tahapan-tahapan
selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry
the right person?" mulai
muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda,
atau dari keduanya.. Nah
Lho!

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba
merefleksikan eforia cinta
yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat
menyelami eforia-eforia
cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas…
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas
ketidakbahagiaan itu dan
mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk
pelampiasan ini, menginkari
kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.
Sebagian orang memilih untuk
menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya,
pertemanannya, nonton TV
sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang
menyolok lainnya.

Tapi tau ngga?!
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar,
justru jawaban ini hanya ada
di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya
Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun
ngga bisa selingkuh, Anda
bisa!
Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh dan
pada saat itu anda akan
merasa lebih baik, tapi itu bersifat temporer, dan
setelah beberapa tahun
anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti
sebelumnya pada perkawinan
anda).

Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG
YANG TEPAT
, NAMUN
KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG
YANG ANDA TEMUKAN, DAN
TERUS MENERUS..!

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman
yang spontan
Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi…
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.

Benar juga ungkapan "diperbudak cinta"
Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.
Dan yang paling penting,
cinta itu butuh sikap BIJAK
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN
agar rumah tangga berjalan
dengan baik
Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.
Cinta bukanlah MISTERI

Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan
(dengan ataupun tanpa
pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fĂ­sika
(seperti gaya Grafitasi),
dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada
hukumnya.
Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga
yang benar dapat membuat
tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam
hubungan rumah tangga juga
DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat. Ini
merupakan reaksi sebab
akibat.
Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum
tersebut, tentulah kita bisa
"MEMBUAT" cinta bukan "JATUH".
Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya
merupakan sebuah DECISION, dan
bukan cuma PERASAAN..!






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer